Sabtu, 31 Desember 2011

Bila Saya Menjadi Guru Di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara

Kabupaten Muna terletak di bagian selatan khatulistiwa pada garis lintang 4º06 - 5.15° LS dan 120.00° – 123.24° BT.
Luas daratan Kabupaten Muna seluas 4.887 km² atau 488.700 ha, yang berbatasan dengan:
·         Utara : Kabupaten Konawe Selatan dan Selat Tiworo
·         Selatan : Selat Muna
·         Barat : Selat Spelman
·         Timur : Kabupaten Buton
Wilayah Muna bagian selatan terdiri dari tanah podsolik merah dan kuning.
Kabupaten Muna pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 25º C – 27º C. Musim hujan terjadi antara bulan November dan mulai Maret, dimana pada bulan tersebut angin bertiup dari Benua Asia dan Samudera Pasifik mengandung banyak uap air yang menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Indonesia, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Mei dan bulan Oktober, pada bulan ini angin bertiup dari Benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air.

Secara administratif Kabupaten Muna terdiri dari 33 kecamatan definitif, selanjutnya terbagi atas 220 desa, 39 kelurahan dan 1 unit pemukiman transmigrasi (UPT).
Komposisi desa berdasarkan klasifikasi desa adalah sebanyak 293 desa tidak termasuk (UPT) dan keseluruhan terdiri dari desa swakarya dan desa swadaya dan desa swakarya masing masing sebanyak 227 desa (77,47%) kategori swadaya mula, (89,16%) dan desa swakarya sebanyak 31 desa atau 10,38% dari seluruh desa dan kelurahan yang telah diklarifikasi.
Pada tahun ajaran 2005/2006 jumlah sekolah Taman Kanak-kanak (TK) bertambah 24 unit, yaitu dari 122 tahun 2004/2005 menjadi 146 unit tahun 2005/2006, jumlah guru bertambah dari 315 orang tahun 2004/2005 menjadi 339 orang tahun 2005/2006. Demikian pula jumlah murid mengalami kenaikan dari 3.670 orang tahun 2004/2005 menjadi 6.906 orang tahun 2005/2006 atau naik sebesar 88,17 persen. Rasio antara guru terhadap sekolah TK adalah 47 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 47 orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang. Rasio murid terhadap sekolah rata-rata 3 orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang.

          Jumlah Sekolah Dasar pada tahun ajaran 2005/2006 berjumlah 362 unit, jumlah guru sebanyak 2.567 orang, sedangkan jumlah murid sebanyak 52.137 orang. Rasio guru terhadap sekolah pada tahun ajaran 2005/2006 rata-rata 7 orang setiap sekolah, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 144 orang, sedangkan rasio murid terhadap guru rata-rata 20 orang.
Pada tahun ajaran 2004/2005 jumlah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) berjumlah 60 unit meningkat menjadi 65 unit tahun ajaran 2005/2006, guru berjumlah 1.324 orang dan murid sebanyak 16,934. Rasio antara guru dan sekolah rata-rata 20 orang per sekolah, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 261 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 13 orang.
Jumlah Sekolah Tanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada tahun ajaran 2005/2006 berjumlah 14 unit, jumlah guru 857 orang dan murid sebanyak 11.976 orang. Rasio guru per sekolah pada tahun ajaran 2005/2006 rata-rata 24 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 24 orang, rasio murid sekolah rata-rata 292 orang dan murid terhadap guru rata-rata 14 orang.
Jumlah perguruan tinggi tahun ajaran 2005/2006 sebanyak 3 (tiga) unit dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.265 orang dan tenaga pengajar/dosen tetap dan tidak tetap sebanyak 159 orang.
Jumlah fasilitas kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Plus) pada tahun 2004 berjumlah 127 unit . Fasilitas kesehatan tersebut terdiri dari Rumah Sakit sebanyak 1 unit, Puskesmas 19 unit, Puskesmas Pembantu 100 unit dan Puskemas Plus 7 unit. Tenaga kesehatan (tenaga medis dan paramedis) tahun 2005 berjumlah 554 orang yang terdiri atas tenaga dokter 33 orang, bidan 73 orang, perawat 325 orang, SKM/Apoteker 15 orang dan tenaga kesehatan lainnya 94 orang.
Pada tahun 2005 terlihat bahwa jumlah sarana ibadah sebanyak 493 buah yang terdiri atas masjid 350 buah, langgar/surau/mushallah 97 buah, gereja 24 buah dan pura/vihara 22 buah.
Mata pencaharian penduduk di Kabupaten Muna ialah sebagai petani, nelayan, dan pedagang.










            Apabila saya menjadi guru SD di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, saya akan menyusun beberapa rencana kerja, diantaranya ialah, pertama-tma saya akan menentukan terlebih dahulu mata pelajaran apa yang akan saya ajarkan terhadap anak-anak SD disana.

            Dan setelah saya pikirkan, saya akan  mencoba untuk mengajarkan anak-anak disana mengenai pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), karena setelah saya teliti pelajaran IPA memang sangat cocok untuk di ajarkan kepada anak-anak di daerah tersebut, karena anak-anak akan bisa praktek langsung pada alam, karena kehidupan mereka memang dekat dengan alam, jadi mungkin mereka akan lebih cepat mengerti pelajaran yang akan di ajarkan apabila langsung praktek dengan alam sekitar.

            Dan yang kedua ialah pada saat mengajar nanti, saya akan mencoba mengajarkan anak-anak disana belajar mengenai makhluk-makhluk yang ada di laut. Seperti contohnya, saya akan mengajari mereka tentang ikan, dimana saya akan menjelaskan kepada mereka berbagai jenis ikan yang bisa hidup di laut, terus saya juga akan mengajarkan mereka tentang bagaimana caranya ikan bernafas, lalu juga saya akan mengajarkan  mereka bagian-bagian yang terdapat pada tubuh ikan.

            Saya akan mengajarkan kepada mereka tentang hal-hal tersebut secara langsung, maksudnya saya akan mengajak mereka langsung ke laut yang ada si sekitar Kabupaten Muna. Agar mereka juga bisa sedikit fun belajarnya, tiodak bosan karena harus terpaku pada buku saja, agar mereka juga lebih dapat memahaminya, krena mereka akn mempelajarinya secara langsung.

             Dan apabila saya telah selesai menjadi guru SD di Kabupaten Muna tersebut, saya beharap ilmu yang saya berikan dan sampaikan dapat berguna bagi anak-anak didik saya dan juga untuk masyarakat sekitar tentunya.            

             Dan saya juga berharap, semoga saya dapat menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari, setelah saya mengajarkan sesuatu, dan berbagi tentang ilmu pengetahuan yang saya punya terhadap anak-anak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Saya jadi lebih mengerti akan artinya berbagi J

Selasa, 20 Desember 2011

Nama-Nama Fandom Artis Korea

1. Super Junior = ELF
2. 2PM = Hottest
3. 2AM = I Am
4. 2NE1 = Black Jack
5. 4Minute = 4Nia
6. B1A4 = BANA
7. B2ST = Beauty
8. BigBang = VIP
9. Boyfriend = Bestfriend
10. CN Blue = Boice
11. F(x) = Aff(x)tion
12. FT Island = Primadona
13. Infinite = Inspirit
14. MBLAQ = A+
15. Miss A = Say A
16. SHINee = Shawol
17. SS501 = Triple S
18. SNSD = Sone
19. T-Ara = Diadem
20. DBSK = Cassieoppia
21. Rain = Rainism
22. Jang Geun Suk = EEL

Kamis, 10 November 2011

TEKWAN

        Tekwan adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil (mirip bakso), yang disajikan dengan menggunakan kuah dengan rasa yang khas. Biasanya pelengkap tekwan adalah bihun dan jamur.  Makanan ini populer di Palembang, tekwan biasanya dimakan siang, sore dan malam hari, jarang sekali dimakan pagi hari, enaknya kalau dikasih cabe yang cukup pedas, kalau di Palembang harganya berkisar antara Rp 3500 sampai Rp.7000.


        Resep Tekwan 
Bahan:
  1. 1 kg ikan tengiri
  2. 500 gram tepung kanji
  3. 2 butir telur
  4. 5 siung bawang putih, haluskan
  5. 2 sendok teh lada bubuk
  6. 2 sendok teh garam
  7. Penyedap secukupnya
 Bahan kuah:
  1. 250 gram udang kupas, cincang
  2. 100 gram ebi, rendam air panas, haluskan
  3. 50 gram sedap malam, rendam, ikat simpul
  4. 5 siung bawang putih, haluskan
  5. 2 sendok makan seledri, iris halus
  6. 2 buah bengkuang, iris bentuk korek api
  7. 1 sendok teh lada bubuk

Cara Membuat Resep Masakan Tekwan:

  1. Tekwan : Pisahkan daging ikan dari tulangnya, kemudian, kemudian haluskan daging ikan dengan sendok atau garpu.
  2. Campurkan daging ikan dengan tepung kanji, bawang putih, lada telur dan garam.
  3. Campurkan semua bahan hingga rata dan uleni sampai benar-benar kalis.
  4. Bulatkan adonan dengan menggunakan 2 sendok teh dan langsung masukkan ke dalam air mendidih.
  5. Angkat bila adonan sudah mengapung, tiriskan.
  6. Kuah: Tambahkan air panas kedalam sisa air bekas membuat adonan tadi sehingga menjadi 2 liter
  7. Tumis bawng putih hingga harum, masukkan ebi, udang dan bumbu penyedap. Aduk hingga berubah warna. Angkat, lalu masukkan ke dalam kaldu.
  8. Tambahkan sedap malam, seledri, bangkuang dan lada. Masak hingga seluruh bahan matang.
  9. Masukkan tekwan dan biarkan mendidih sekali lagi, lalu angkat.
 Penyajian:Hidangkan panas-panas dengan taburan bawang goreng dan sambal cabe hijau atau sambal botol biasa.



Sabtu, 05 November 2011

Kebudayaan Korea

Kebudayaan Korea


            Disini saya akan sedikit membahas tentang  budaya Negeri Ginseng, yaitu Korea dan kebiasaan-kebiasaan orang Korea. Korea itu terbagi ke dalam 2 wilayah, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Namun kali ini saya akan lebih banyak membahas tentang kebudayaan dan kebiasaan yang ada di Korea Selatan. Selamat membaca !!!!!!!!!!!!

Masyarakat Korea itu sangat dikenal sekali dengan masyarakatnya yang sangat pekerja keras, disiplin, serta semangat dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Segala sesuatunya akan mereka kerjakan sesegera mungkin dan tidak di tunda-tunda.

Masyarakat Korea juga sangat menjujung tinggi budaya antre, dan yang paling penting itu mereka tidak berisik, semua serba teratur dan rapi. Orang Korea juga di kenal dengan kesopanannya. Karena kesopanannya itu maka apabila pada saat sedang makan dan akan mandi pun mereka harus medahulukan orang yang lebih tua.

          Namun orang Korea juga punya kekurangan, orang Korea itu walaupun sopan tetapi sebenarnya mereka itu bertemperamen tinggi dan juga agak kasar. Misalnya saja, seorang manajer akan berbicara sangat keras kepada bawahannya seperti orang yang sedang marah, diselingi juga dengan makian, bahkan kadang tangan manajer tersebut juga sampai mendorong kepala bawahannya itu apabila sang bawahannya itu melakukan kesalahan, bahkan terkadang belum tahu apa masalahnya pun juga sudah membentak terlebih dahulu, namun hal seperti itu sudah sangat lumrah di Korea.

          Namun karena saking taatnya orang Korea terhadap pekerjaan yang mereka geluti, sekitar 81% masyarakat di Korea Selatan sampai di nobatkan sebagai warga yang paling stress di dunia.

          Maka dari itu sangat tidak di herankan lagi kalau di Korea Selatan di kenal dengan budaya bunuh dirinya. Bayangkan saja, setiap harinya sekitar 36 orang warga Korea bunuh diri di karenakan depresi. Salah satu penyebab dari aksi bunuh diri tersebut adalah karena faktor ekonomi.


          Bahkan sebagian dari para pelaku aksi bunuh diri tersebut adalah para pelajar yang stress karena gagal mengikuti tes ujian masuk ke Universitas dan juga karena panjangnya jam belajar yang ada di sekolah-sekolah Korea. Pertahunnya di perkirakan ada sekitar 200 siswa dan siswi Korea yang melakukan aksi bunuh diri.

            Wajar saja jika banyak pelajar di Korea yang melakukan aksi bunuh diri, karena memang jam belajar di Korea itu sangat tidak manusiawi menurut saya. Menurut teman saya yang berasal dari Korea, dia itu setiap harinya belajar sekitar 15 jam sehari, yaitu dari jam 07.00 pagi sampai jam 10.00 malam. Jadi wajar saja jika banyak dari meeka yang stress, dan akhirnya melakukan aksi bunuh diri.

          Namun di Korea juga ada kebudayaan yang unik selain kebudayaan bunuh dirinya yang sedikit agak menyeramkan seperti yang saya ceritakan tadi. Salah satunya adalah Jibdeuri.

          Jibdeuri itu sendiri adalah semacam selamatan rumah baru, baik oleh orang yang baru pindah maupun bagi pasangan yang baru saja menikah. Pada saat Jibdeuri mereka biasanya akan mengundang teman-teman terdekatnya, saudara-saudaranya, dan juga beberapa tetangga untuk merayakan pesta di rumah baru tersebut.

          Para tamu yang datang biasanya akan membawa hadiah berupa tissue toilet (yang melambangkan bahwa, segala sesuatu akan berjalan mulus seperti tissue toilet yang larut dalam air), sabun deterjen (yang melambangkan harapan agar tuan rumah di limpahi uang sebanyak busa deterjen tesebut), ataupun korek api (yang melambangkan harapan agar tuan rumah cepat kaya seperti cepatnya api menyala). Menurut saya kebudayaan Jibdeuri ini cukup unik juga








Selanjutnya saya juga ingin membahas tentang kebiasaan makan orang Korea. Orang Korea itu dikenal sangat suka sekali makan, terutama makan mie, dan uniknya, orang Korea itu kalau makan mie, mereka akan memakan mie langsung dari pancinya, karena menurut mereka kalau makan mie dengan cara seperti itu mie tersebut akan tetap terasa panas.

Nah orang Korea juga sangat suka  sekali memakan makanan yang masih panas, makanya sebagian orang Korea yang usianya bahkan belum mencapai 40 tahun sudah menggunakan gigi palsu, karena gigi asli mereka sudah hancur akibat dari seringnya memakan makanan panas tersebut. Orang Korea juga sangat menyukai makanan yang pedas, rata-rata makanan di Korea itu menggunakan gochujang atau di Indonesia di sebut juga dengan saus cabai.

Di Korea warganya juga sangat gemar sekali makan bawang putih, di setiap masakan Korea pasti mengandung bawang putih, kaena orang Korea berpendapat bahwa bawang putih itu dapat menetralkan darah dan juga sebagai pencegah darah tinggi. Di Korea juga ada makanan khas yang di sebut dengan kimchi (sayuran yang di fermentasikan)  yang biasanya terbuat dari sawi putih dan lobak, kimchi ini di percaya oleh orang Korea dapat mencegah penyakit kanker.

Cara makan orang Korea itu hampir mirip seperti orang Jepang, yaitu dengan duduk di bawah menggunakan bantal, pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyila. Orang Korea itu jarang sekali makan dengan menggunakan tangan, karena mereka menganggap hal tersebut kurang sopan, jadi orang Korea itu kalau makan menggunakan chokarak (sumpit) dan sutkarak (sendok). Di Korea apabila kita bersendawa setelah makan , hal itu akan di anggap lumrah, karena menurut orang Korea hal itu berarti sebagai bentuk apresiasi kepada sang juru masak. 


          Jadi kesimpulannya, di Korea itu terdapat banyak sekali beberapa kebudayaan dan kebiasaan yang cukup unik dan menarik untuk di ketahui dan di pelajari hal-hal yang positifnya