Heartbeat...
(Detak Jantung...)
“Direktur Jun, anda
memiliki jadwal rapat dengan Komisaris di Busan jam 9 nanti. Jadi segera
bersiap-siaplah” begitulah yang dikatakan oleh sekretarisnya melalui pesan
singkat yang dikirimkan kepadanya. Jun pun langsung bersiap-siap untuk pergi menghadiri
rapat tersebut, setelah itu ia langsung bergegas pergi menuju Busan tanpa
didampingi oleh supir, ini bukan hal yang biasa, entah mengapa hari ini rasanya
ia ingin berangkat tanpa didampingi siapapun.
Dijalan tiba-tiba Jun mendapat
pesan dari sang Ayah agar sepulang rapat nanti segera menemuinya, karena ada
hal penting yang ia ingin bicarakan tentang perusahaan. Namun disaat Jun akan
membalas pesan dari Ayahnya, handphone Jun pun terjatuh, lalu ia mencari-cari
sambil terus menyetir. Namun naas, disaat ia sedang mencari handphonenya,
tiba-tiba truk barang dari arah kiri jalan datang dan langsung menabrak
mobilnya dengan cukup keras.
- Di Rumah Sakit -
“Anak anda mengalami trauma yang
cukup parah di kepalanya, dan juga memiliki kerusakan pada jantungnya, ia harus
diberikan donor jantung agar bisa bertahan hidup” begitulah yang dikatakan dokter
kepada orang tua Jun, mereka pun terlihat sangat shock mendengar hal tersebut.
Lee Hong pun segera menghubungi
sekretarisnya dan memintanya untuk segera mencarikan seorang pendonor jantung
yang DNA nya sama persis dengan Lee Jun, “Sekretaris Kang, segera kau carikan
pendonor jantung untuk Lee Jun! periksa apakah ia memiliki DNA yang sama persis
dengan Jun atau tidak. Bawa si pendonor segera, bahkan jika kau pun harus membunuhnya!”.
- 3 hari kemudian –
Sekretaris Kang yang mendapat
perintah beberapa hari lalu dari Lee Hong pun akhirnya mendapatkan hasil, ia
berhasil menemukan seorang pria berusia 35 tahun yang DNA nya sama persis
dengan Lee Jun, ia pun segera menghubungi Lee Hong untuk memberi tahu kabar
tersebut. “Presdir, saya telah menemukan orang yang DNA nya sama persis untuk
dijadikan sebagai pendonor jantung bagi Lee Jun”, “Bagus! Sekarang segera
temukan orang itu, dan cepat bawa kesini!” Lee Hong pun langsung menutup teleponnya.
- Disuatu Pasar -
“Ya! Bayar hutang-hutangmu! Sudah
3 bulan kau mengulur waktu untuk membayar hutang! Apa kau ingin mati hah?!”
gertak Kim Hyun kepada seorang lelaki yang ia temui di pasar. Ya, itulah
pekerjaannya menagih hutang dengan cara kasar seperti itu.
Sebenarnya Kim Hyun adalah
seorang anak yang baik, ia juga sangat menghormati orang yang lebih tua. Namun sayang,
ia hidup sebatang kara, ibunya sudah meninggal saat ia berusia 14 tahun, dan ia
juga tidak pernah melihat sosok ayahnya karena dia dibuang oleh sang ayah.
Di suatu malam Kim Hyun berjalan
pulang melewati jalanan yang sangat sepi, dan tiba-tiba ia jatuh pingsan karena
seseorang telah memukul bagian belakang kepalanya.
- Di Rumah Sakit -
Seorang dokter tengah memeriksa
pasien yang baru saja datang dengan luka yang cukup parah di bagian kepalanya,
ya di adalah Kim Hyun. Sang pasien di diagnosis mengalami mati otak, kesempatan
hidupnya sangat kecil. Dan saat dokter mengecek DNA pasien, ternyata ia memliki
kesamaan DNA 95% dengan Lee Jun, pasien yang sedang membutuhkan donor jantung
agar tetap bisa bertahan hidup.
Dokter pun segera memberitahukan
tentang hal ini kepada orang tua Lee Jun. “Di kamar no. 306 terdapat seorang
pasien yang tengah mengalami mati otak, kemungkinan ia untuk hidup kembali
sangat kecil. Dan setelah saya periksa DNA nya 95% mirip dengan anak anda. Jadi
apabila tidak ada tanda-tanda kehidupan yang dialaminya, maka akan segera
dilakukan tindakan operasi pendonoran jantung agar anak anda bisa segera pulih”
itulah yang dikatakan dokter kepada orang tua Lee Jun.
Ibu Lee Jun pun tampak senang atas
pernyataan sang dokter. Ayah Lee Jun pun tersenyum penuh arti, tanpa dokter
memberi tahu tentang hal ini pun sebenarnya ia sudah mengetahuinya, karena dalang
dari semua ini memang dirinya.
- 2 hari kemudian, di Rumah Sakit -
Seorang pasien yang di diagnosis
mati otak itu pun telah dinyatakan meninggal oleh dokter. Lalu dokter pun
segera melakukan operasi pendonoran jantung bagi Lee Jun. keluarga Lee Jun pun
menanti dengan cemas, dan berharap operasi dapat berjalan dengan lancar.
- 7 jam kemudian -
Operasi pun berjalan dengan lancar,
dan sekarang Lee Jun sudah memiliki jantung yang baru. Jantung milik Kim Hyun. Seorang
pria yang sebenarnya sama sekali tidak tahu menahu tentang keadaan yang menimpanya.
Pria yang harus rela memberikan nyawa dan jantungnya dengan cara yang
benar-benar tak terduga. Dia terbunuh dibawah rencana seorang Presdir yang
mengusahakan segala cara untuk mendapatkan donor jantung sesegera mungkin demi
menyelamatkan sang anak.