I. SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI
Menurut Jerry W. Thomas (2007), segmentasi pasar ialah pemgelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau mempunyai keterkaitan yang sama.
Tujuan dari segmentasi pasar adalah agar dapat melakukan prioritas, titik berat, atau konsentrasi usaha pemasaran dan mendorong pembagian atau segmen pasar untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dalam segmen tersebut.
Identifikasi segmen pasar yang baik atau tepat harus memenuhi persyaratan yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
· Homogen di dalam segmen tersebut.
· Heterogen antar segmen.
· Segmen dapat diukur dan memang penting.
· Segmen dapat dibedakan secara jelas dari segmen lainnya.
· Segmen dapat diakses atau digarap dan ditindaklanjuti oleh perusahaan.
· Segmen dapat menjadi sasaran yang menguntungkan.
Sejumlah variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar adalah sebagai berikut :
· Variabel geografis (wilayah, populasi, kepadatan penduduk, iklim).
· Variabel demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, faktor sosial ekonomi, bangsa, bahasa, agama, besarnya keluarga, jenis pekerjaan).
· Variabel psikografi (kepribadian, gaya hidup, nilai yang dianut, sikap).
· Variabel perilaku (tingkat konsumsi penggunaan barang, loyalitas terhadap merk).
Berdasarkan faktor pertimbangan atau variabel utama yang digunakan maka segmentasi pasar terdiri dari beberapa tipe, yaitu :
· Segmentasi geografis, yaitu segmen yang berdasarkan batas-batas wilayah tertentu.
· Segmentasi distribusi, yaitu segmen yang berdasarkan saluran distribusi tertentu saja.
· Segmentasi media, yaitu segmen yang berdasarkan jenis media promosi tertentu.
· Segmentasi harga, yaitu segmen yang berdasarkan pada perbedaan harga.
· Segmentasi demografis, yaitu segmen pasar yang berdasarkan pada karakteristik konsumennya.
· Segmentasi waktu, yaitu segmen yang berdasarkan waktu pemasaran atau penjualan tertentu.
· Segmentasi gaya hidup atau psikografi, yaitu segmen yang berdasarkan analisis banyak aspek dari konsumennya.
Analisis demografi ialah analisis penduduk dari rahim hingga liang kubur, meliputi analisis penduduk pada seluruh siklus kehidupan manusia sejak dari kandungan sampai meninggal. Demografi merujuk kepada data statistik penduduk, pendapatan, rata-rata usia, dan pendidikan.
Manfaat dari analisis demografi, diantaranya :
· Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
· Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lampau, kecenderungannya, dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dengan data yang tersedia.
· Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dll.
· Memperkirakan pertumbuhan penduduk pada masa ayang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
II. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari persepsi konsumen.
Berikut adalah model-model pengambilan keputusan, diantaranya :
· Model perilaku pengambilan keputusan.
ü Model ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi.
ü Model manusia administrasi yang dikemukakan oleh Herbert A. Simon.
ü Model manusia mobicentrik yang dikemukakan oleh Jennings.
ü Model pengusaha baru yang dikemukakan oleh Wright Mills.
ü Model sosial yang dikemukakan oleh Freud Veblen.
· Model preskriptif dan deskriptif.
ü Model preskiptif pemberian resep perbaikan.
ü Model deskriptif.
Teknik-teknik pengambilan keputusan, diantaranya :
· Teknik kreatif.
ü Brainstrorming.
ü Synectics.
· Teknik partisipatif
· Teknik modern
ü Teknik delphi.
ü Teknik kelompok nominal.
Tahapan pengambilan menurut Simon (1960), antara lain :
· Intelligence.
· Design.
· Choice.
· Implementation.
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 5 tahap, yaitu :
· Pengenalan masalah.
· Pencarian informasi.
· Evaluasi alternatif.
· Pilihan.
· Evaluasi pasca akuisisi.
Terdapat 4 pandangan atas pengambilan keputusan, yaitu :
· Pandangan ekonomi.
· Pandangan pasif.
· Pandangan kognitif.
· Pandangan emosional.
III. EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian,seorang konsumenakan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni :
• Pengenalan masalah (problem recognition).
• Pencarian informasi (information source).
• Evaluasi alternatif (alternative evaluation).
• Keputusan pembelian (purchase decision).
• Evaluasi pasca pembelian (post purchase evaluation).
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusa pembelian, yaitu :
· Motivasi (motivation), merupakan dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
· Persepsi (perception), merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
· Pembentukan sikap (attitude formation), merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka atau tidak suka seseorang akan suatu hal.
· Integrasi (integration), merupakan kesatun antara sikap dan tindakan, yang berupa respon atas sikap yang diambil..
Model dalam pengambilan keputusan mempunyai 3 komponen utama, yaitu :
· Masukan (input).
· Proses.
· Keluaran (output).
SUMBER :