Kabupaten
Muna terletak di bagian selatan khatulistiwa pada garis lintang 4º06 -
5.15° LS dan 120.00° – 123.24° BT.
Luas daratan Kabupaten Muna
seluas 4.887 km² atau 488.700 ha, yang berbatasan dengan:
·
Utara
: Kabupaten Konawe Selatan dan Selat Tiworo
·
Selatan
: Selat Muna
·
Barat
: Selat Spelman
·
Timur
: Kabupaten Buton
Wilayah
Muna bagian selatan terdiri dari tanah podsolik merah dan kuning.
Kabupaten
Muna pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 25º C – 27º C.
Musim hujan terjadi antara
bulan November dan mulai Maret,
dimana pada bulan tersebut angin bertiup dari Benua Asia
dan Samudera Pasifik mengandung banyak uap air yang
menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Indonesia, sedangkan musim kemarau terjadi
antara bulan Mei
dan bulan Oktober, pada bulan ini angin bertiup
dari Benua Australia yang sifatnya kering dan
sedikit mengandung uap air.
Secara
administratif Kabupaten Muna terdiri dari 33 kecamatan definitif, selanjutnya terbagi atas
220 desa, 39 kelurahan dan 1 unit pemukiman transmigrasi
(UPT).
Komposisi
desa berdasarkan
klasifikasi desa adalah sebanyak 293 desa tidak termasuk (UPT) dan keseluruhan
terdiri dari desa swakarya dan desa swadaya dan desa swakarya masing masing
sebanyak 227 desa (77,47%) kategori swadaya mula, (89,16%) dan desa swakarya
sebanyak 31 desa atau 10,38% dari seluruh desa dan kelurahan yang telah
diklarifikasi.
Pada tahun ajaran 2005/2006 jumlah sekolah Taman Kanak-kanak (TK)
bertambah 24 unit, yaitu dari
122 tahun 2004/2005 menjadi 146 unit tahun 2005/2006, jumlah guru bertambah
dari 315 orang tahun 2004/2005 menjadi 339 orang tahun 2005/2006. Demikian pula
jumlah murid mengalami kenaikan dari 3.670 orang tahun 2004/2005 menjadi 6.906
orang tahun 2005/2006 atau naik sebesar 88,17 persen. Rasio antara guru
terhadap sekolah TK adalah 47 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 47
orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang. Rasio murid terhadap sekolah
rata-rata 3 orang dan murid terhadap guru rata-rata 20 orang.
Jumlah Sekolah Dasar pada tahun ajaran 2005/2006 berjumlah 362 unit, jumlah guru sebanyak 2.567 orang, sedangkan jumlah murid sebanyak 52.137 orang. Rasio guru terhadap sekolah pada tahun ajaran 2005/2006 rata-rata 7 orang setiap sekolah, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 144 orang, sedangkan rasio murid terhadap guru rata-rata 20 orang.
Pada tahun ajaran 2004/2005 jumlah sekolah lanjutan tingkat
pertama (SLTP) berjumlah 60 unit meningkat menjadi 65 unit
tahun ajaran 2005/2006, guru berjumlah 1.324 orang dan murid sebanyak 16,934.
Rasio antara guru dan sekolah rata-rata 20 orang per sekolah, rasio murid
terhadap sekolah rata-rata 261 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 13
orang.
Jumlah Sekolah Tanjutan Tingkat Atas (SLTA)
pada tahun ajaran 2005/2006 berjumlah 14 unit, jumlah guru 857 orang dan murid
sebanyak 11.976 orang. Rasio guru per sekolah pada tahun ajaran 2005/2006
rata-rata 24 orang, rasio murid terhadap sekolah rata-rata 24 orang, rasio
murid sekolah rata-rata 292 orang dan murid terhadap guru rata-rata 14 orang.
Jumlah perguruan tinggi
tahun ajaran 2005/2006 sebanyak 3 (tiga) unit dengan jumlah mahasiswa sebanyak
1.265 orang dan tenaga pengajar/dosen tetap dan tidak tetap sebanyak 159 orang.
Jumlah fasilitas kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas
Pembantu dan Puskesmas Plus) pada tahun 2004 berjumlah 127 unit . Fasilitas
kesehatan tersebut terdiri dari Rumah Sakit sebanyak 1 unit, Puskesmas 19 unit, Puskesmas Pembantu 100 unit
dan Puskemas Plus 7 unit. Tenaga kesehatan (tenaga medis dan paramedis) tahun
2005 berjumlah 554 orang yang terdiri atas tenaga dokter 33 orang, bidan 73
orang, perawat 325 orang, SKM/Apoteker 15 orang dan tenaga kesehatan lainnya 94
orang.
Pada tahun 2005 terlihat bahwa jumlah
sarana ibadah sebanyak 493 buah yang terdiri atas masjid 350 buah, langgar/surau/mushallah 97 buah, gereja 24 buah dan pura/vihara 22 buah.
Mata pencaharian penduduk di Kabupaten Muna ialah sebagai petani,
nelayan, dan pedagang.
(sumber: www.wikipedia.org)
Apabila saya menjadi guru SD di Kabupaten
Muna, Sulawesi Tenggara, saya akan menyusun beberapa rencana kerja, diantaranya
ialah, pertama-tma saya akan menentukan terlebih dahulu mata pelajaran apa yang
akan saya ajarkan terhadap anak-anak SD disana.
Dan setelah saya pikirkan, saya
akan mencoba untuk mengajarkan anak-anak
disana mengenai pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), karena setelah saya
teliti pelajaran IPA memang sangat cocok untuk di ajarkan kepada anak-anak di
daerah tersebut, karena anak-anak akan bisa praktek langsung pada alam, karena
kehidupan mereka memang dekat dengan alam, jadi mungkin mereka akan lebih cepat
mengerti pelajaran yang akan di ajarkan apabila langsung praktek dengan alam
sekitar.
Dan yang kedua ialah pada saat mengajar
nanti, saya akan mencoba mengajarkan anak-anak disana belajar mengenai makhluk-makhluk
yang ada di laut. Seperti contohnya, saya akan mengajari mereka tentang ikan,
dimana saya akan menjelaskan kepada mereka berbagai jenis ikan yang bisa hidup
di laut, terus saya juga akan mengajarkan mereka tentang bagaimana caranya ikan
bernafas, lalu juga saya akan mengajarkan mereka bagian-bagian yang terdapat pada tubuh
ikan.
Saya akan mengajarkan kepada mereka
tentang hal-hal tersebut secara langsung, maksudnya saya akan mengajak mereka
langsung ke laut yang ada si sekitar Kabupaten Muna. Agar mereka juga bisa sedikit
fun belajarnya, tiodak bosan karena harus terpaku pada buku saja, agar mereka
juga lebih dapat memahaminya, krena mereka akn mempelajarinya secara langsung.
Dan apabila saya telah selesai
menjadi guru SD di Kabupaten Muna tersebut, saya beharap ilmu yang saya berikan
dan sampaikan dapat berguna bagi anak-anak didik saya dan juga untuk masyarakat
sekitar tentunya.
Dan saya juga berharap, semoga
saya dapat menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari, setelah saya mengajarkan
sesuatu, dan berbagi tentang ilmu pengetahuan yang saya punya terhadap
anak-anak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Saya jadi lebih mengerti akan
artinya berbagi J