PENELITIAN ILMIAH
JUDUL : “PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN CEPAT SAJI GFC DI BEKASI SELATAN”
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman, kecepatan dan kepraktisan
dalam mendapatkan suatu produk merupakan hal yang sangat dicari dan dibutuhkan oleh para konsumen. Hal ini pun
berlaku pada saat pembelian produk makanan, karena pada saat sekarang ini sebagian besar konsumen lebih
menyukai dan mengkonsumsi makanan cepat
saji yang tersedia di luar sana, dibandingkan mereka harus repot untuk memasak
sendiri makanan yang akan dikonsumsinya.
Karena selain lebih mudah, membeli makanan cepat saji tidak
memerlukan banyak waktu seperti memasak. Melihat kecenderung sifat konsumen dari waktu ke waktu tersebut, maka semakin banyak pula rumah makan cepat saji yang
bermunculan, karena ini dinilai sebagai peluang usaha yang cukup menguntungkan.
Makanan cepat saji atau yang biasa disebut fast food ini merupakan makanan favorit semua orang. Hampir semua kalangan bisa menikmati makanan
jenis ini. Banyak pula jumlah peminat yang sering mengkonsumsi fast food ini. Tetapi
hal ini pun akan menimbulkan persaingan dalam menyajikan produk yang
berkualitas.
Dalam hal ini kualitas layanan dan
kualitas produk pada perusahaan fast food merupakan hal yang paling
utama, karena jika kualitas pelayanan
dan kualitas produk yang diberikan baik hal tersebut akan membuat konsumen
merasakan kepuasan.
GFC merupakan salah satu dari sekian
banyaknya tempat makan cepat saji yang menyajikan produk ayam dan produk yang
berkaitan dengan daging ayam. Kualitas pelayanan dan kualitas produk yang
diberikan oleh GFC seharusnya tampak baik agar tingkat kepuasan dapat dicapai
oleh konsumen.
Berkaitan dengan topik tersebut, maka penulis memilih GFC sebagai objek
karena lokasi tersebut mudah dijangkau penulis, jenis produk yang ditawarkan
GFC terlihat cukup memuaskan, waktu yang
dibutuhkan untuk mengantri dikasir GFC terbilang cukup lama, dan wastafel untuk
cuci tangan terlihat kotor sehingga hal ini membuat pelanggan GFC merasa kurang
nyaman.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penelitian
ini dilakukan untuk mengkaji “PENGARUH
KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN CEPAT SAJI GFC DI BEKASI SELATAN”.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari
masalah yang terjadi tentang pengaruh kualitas pelayan dan kualitas produk terhadap
tingkat kepuasan konsumen, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah terdapat pengaruh
kualitas pelayanan GFC terhadap tingkat kepuasan konsumen?
2. Apakah terdapat pengaruh
kualitas produk GFC terhadap tingkat kepuasan konsumen?
1.3 Batasan Masalah
Penelitian
ini dibatasi pada permasalahan adanya kepuasan yang dicapai oleh konsumen
restoran cepat saji GFC di Bekasi yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan
kualitas produk, melalui penyebaran kuisioner.
1.4 Tujuan
Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui apakah kualitas pelayan GFC memengaruhi tingkat kepuasan konsumen.
2.
Untuk
mengetahui apakah kualitas produk GFC memengaruhi tingkat kepuasan konsumen.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat
dari penelitian ini, yaitu :
1.
Bagi pembaca
Sebagai referensi bagi pihak
yang membutuhkan informasi mengenai kualitas pelayanan dan kualitas produk.
2.
Bagi perusahaan
Sebagai informasi bagi
perusahaan mengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat
kepuasan pada konsumen.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kualitas Pelayanan
2.1.1
Definisi Pelayanan
Pelayanan ialah upaya
pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam
mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2007).
Sedangkan
menurut Kotler (Kotler,Philip.2003.Marketing
Management, 11th Edition), pelayanan adalah setiap tindakan
atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
Jadi pelayanan
dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi
pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama
penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi
pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
2.1.2
Atribut-Atribut dalam Pelayanan
Ciri-ciri atau atribut-atribut yang ada dalam kualitas menurutTjiptono (1996 : 56), yaitu :
- Ketepatan
waktu pelayanan, yang meliputi waktu tunggu dan waktu proses.
- Akurasi
pelayanan, yang meliputi bebas dari kesalahan-kesalahan.
- Kesopanan
dan keramahan dalam memberikan pelayanan.
- Kemudahan
mendapatkan pelayanan, misalnya banyaknya petugas yang melayani dan
banyaknya fasilitas pendukung seperti komputer.
- Kenyamanan
dalam memperoleh pelayanan, berkaitan dengan lokasi, ruang tempat
pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan lain-lain.
- Atribut
pendukung pelayanan lainnya seperti ruang tunggu ber AC, kebersihan, dan
lain-lain.
2.1.3
Faktor yang Memengaruhi Kualitas Pelayanan
Menurut Christian Gronroos (Gronroos, C.1992.Service Management
and Marketing), faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
1. Menjaga dan
memperhatikan, bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional
yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
2.
Spontanitas, dimana karyawan
menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
3.
Penyelesaian masalah, karyawan yang
berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk
menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang
diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
4. Perbaikan,
apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai
personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi
tersebut.
2.1.4
Dimensi Kualitas Pelayanan
Pada tahun 1990, kualitas pelayanan (jasa)
dikelompokkan ke dalam 5 dimensi oleh Parasuraman, yaitu :
1.
Bukti Langsung (Tangible), yaitu
: sebagai fasilitas yang dapat dilihat dan di gunakan perusahaan dalam upaya
memenuhi kepuasan pelanggan,seperti gedung kantor, peralatan kantor, penampilan
karyawan dan lain lain.
2.
Kendala (Reliability), yaitu
: kemampuan memberikan pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan yang di
harapkan, seperti kemampuan dalam menempati janji, kemampuan
memecahkan masalah dan kemampuan untuk meminimumkan kesalahan.
3.
Daya Tanggap (Responsiveness), yaitu
sebagai sikap tanggap, mau mendengarkan dan merespon pelanggan dalam upaya
memuaskan pelanggan, misalnya : mampu memberikan informasi secara benar dan
tepat, tidak menunjukan sikap sok sibuk dan mampu memberikan pertolongan dengan
segera.
4.
Jaminan (Assurance), yaitu
:kemampuan karyawan dalam menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pelanggan
melalui pengetahuan,kesopanan serta menghargai perasaan pelanggan.
5. Kepedulian /
Empati (Emphaty), yaitu : kemampuan atau kesediaan karyawan
memberikan perhatian yang bersifat pribadi, seperti bersikap ramah, memahami
kebutuhan dan peduli kepada pelanggannya.
2.2 Kualitas Produk
2.2.1
Definisi Produk
Menurut
Stanton, (1996:222),
produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun
tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk
ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Menurut Tjiptono (1999:95), secara
konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang
bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui
pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan
kapasitas organisasi serta daya beli.
Jadi
kualitas produk adalah sejumlah atribut atau sifat – sifat yang dideskripkan di
dalam produk ( barang dan jasa) dan digunakan untuk memenuhi harapan – harapan
pelanggan.
2.2.2
Dimensi Produk
Menurut Stevenson (Stevenson, William J.2005.Operations
Management 8th ed), dimensi
kualitas produk adalah sebagai berikut :
1.
Performance, hal ini
berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik
utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.
2.
Aesthetics, merupakan karakteristik
yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan
pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual.
3.
Special features, yaitu aspek
performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan
produk dan pengembangannya.
4. Conformance, hal ini
berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang ditetapkan
sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.
5.
Reliability, hal ini yang
berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil
menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan
dalam kondisi tertentu pula.
6.
Durability, yaitu suatu
refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.
7. Perceived Quality, berkaitan
dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk
yang berkualitas.
8. Service ability, berkaitan
dengan penanganan pelayanan purna jual, seperti penanganan keluhan yang
ditujukan oleh pelanggan.
2.2.3
Tingkatan Produk
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:279),
dalam merencanakan penawaran suatu produk, pemasar harus
memahami lima tingkatan
produk, yaitu :
1.
Produk Utama (Care Benefit), adalah manfaat yang sebenarnya dibutuhkan
dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
2.
Produk Generik (Basic Produk), adalah
produk dasar yang mampu memenuhi fungsi pokok produk yang paling dasar.
3.
Produk Harapan (Expected Product),
adalah produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisi secara
normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
4.
Produk Pelengkap (Augment Product),
adalah berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahkan dengan berbagai
manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat
dibedakan dengan produk pesaing.
5.
Produk Potensial (Potential Product),
adalah segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk
suatu produk dimasa mendatang.
2.2.4
Klasifikasi Produk
Menurut Kotler dan
Armstrong (2001:280),
klasifikasi produk dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Barang
Konsumen.
Barang
konsumen yaitu barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri,
bukan untuk tujuan bisnis. Umumnya barang konsumsi dapat diklasifikasikan
menjadi empat
jenis, yaitu :
a. Barang
kebutuhan sehari-hari (Convience Goods).
b. Barang
belanjaan (Shopping Goods.
c. Barang
khusus (Speciality Goods).
d. Barang
yang tidak dicari (Unsought Goods).
2. Barang
Industri.
Barang industri adalah
barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (konsumen antara atau konsumen
bisnis) untuk keperluan selain konsumsi langsung, yaitu : untuk diubah,
diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali oleh produsen, untuk
dijual kembali oleh pedagang tanpa dilakukan transformasi fisik (proses
produksi).
2.2.5
Atribut-Atribut dalam Produk
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:354)
beberapa atribut-atribut yang menyertai
dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk), yaitu:
1.
Merek (Brand).
2.
Pengemasan (Packing).
3.
Kualitas Produk (Product Quality).
2.3 Kepuasan Konsumen
2.3.1
Definisi Kepuasan
Menurut Kotler (2002: 42), kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang
muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau
hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.
Jadi, kepuasan adalah tingkat perasaan
seseorang setelah membandingkan
kinerja/hasil yang dirasakannya dengan harapannya.
Oleh karena
itu, untuk menciptakan kepuasan pelanggan,
perusahaan harus menciptakan dan mengelola suatu system untuk memperoleh
pelanggan yang lebih banyak dan kemampuan untuk mempertahankan pelanggannya.
2.3.2
Faktor yang Menentukan Kepuasan Konsumen
Sepuluh faktor
utama yang menentukan kualitas kepuasan konsumen (jasa) yang di kembangkan
pertama kali pada tahun 1985 oleh Zeithaml, Berry dan Parasuraman (Parasuraman, Valarie A. Z.
and Berry. Delivering Service Quality), meliputi :
1.
Tangibles, keberadaan
fisik pemberi pelayanan.
2.
Reliability, mencakup
dua hal pokok, yaitu konsistensi kerja (performance) dan
kemampuan untuk dipercaya (dependability).Hal ini berarti
perusahaan memberikan pelayanan (jasa) nya secara tepat sejak saat
pertama (right in the firts time).Selain itu juga berarti bahwa
perusahaan yang bersangkutan memenuhi janjinya.
3.
Responsiveness, pelayanan yang
baik harus disertai dengan tingkat keikutsertaan /keterlibatan dan daya
adaptasi yang tinggi, yaitu membantu dengan segera memecahkan masalah.
4.
Competence, pelayanan yang
baik harus di dasarkan kepada kecakapan/keterampilan yang tinggi.
5.
Access , meliputi
memberikan/menyediakan keinginan pelanggan dan pelayanan yang mudah dihubungi.
6.
Courtesy , pelayanan yang
baik harus disertai dengan sikap keramahan, kesopanan kepada pihak yang
dilayani.
7.
Communication ; pelayanan yang
baik harus didasarkan kepada kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pihak
yang di layani.
8.
Credibility, pelayanan yang
baik harus dapat memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada pihak yang di
layani.
9.
Security, pelayanan yang
baik harus memberikan rasa aman kepada pihak yang di layani dan membebaskan
dari segala resiko atau keragu-raguan pelanggan.
10. Understanding
The Customer, pelayanan yang baik harus didasarkan
kepada kemampuan menanggapi atau rasa pengertian kepada keinginan pihak yang
dilayani.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif
dengan bentuk penelitian dan survei, yaitu suatu metode pengumpulan, penyajian, dan
penganalisaan data, sehingga dapat memberikan gambaran
yang cukup jelas mengenai objek yang diteliti dan menarik kesimpulan berdasarkan penelitian
yang dilakukan.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan
oleh penulis dalam penelitian ini ialah dengan cara penyebaran kuisioner kepada
para konsumen restoran cepat saji GFC.
3.3 Uji Penelitian
3.3.1
Uji
validitas
3.3.2
Uji reliabilitas
3.3.3
Uji sign.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar